RSS

Paris Hilton

13 Nov

PERBINCANGAN kecil di ruang redaksi Bali Tribun, Kamis (10/11/2011) malam lalu: ”Pilih Jason Mraz atau Paris Hilton?”

Ketika itu kami sedang memilih foto utama untuk halaman 1 edisi Jumat, 11 November 2011. Ada dua foto menarik. Keduanya tentang pesohor dunia. Keduanya sedang berada di Bali pada saat yang sama. Foto Paris Hilton sangat menarik, sangat seksi, pastilah sangat memesona kaum lelaki. Ia sedang dipeluk oleh Rob Peetoom, lelaki Belanda pemilik Rob Peetoom HairSpa di kawasan Petitenget, Bali. Atas undangan penata rambut itulah Paris Hiltan datang ke Bali. 

Foto lain menampilkan pentas Jason Mraz. Sangat atraktif. Kehadiran pelantun dan pencipta musik jazz asal Amerika Serikat itu memang tidak segegap-gempita Paris Hilton. Bahkan terkesan ”tenggelam.” Media jauh lebih tertarik pada glamoritas ketimbang memberi apresiasi pada konser akustik yang dihadiri sekitar 4.000 penonton, termasuk beberapa pesohor Indonesia seperti Cathy Saron, Jullie Estelle, dan Luna Maya itu.

Kamis malam itu seluruh redaksi sepakat untuk menurunkan foto konser Jason Mraz sebagai foto utama di halaman 1 dan ”menyingkirkan” foto Paris Hilton bersama Rob Peetoom ke halaman dalam. Kami tahu, media lain pasti bertindak beda. Kami tahu, media lain pasti akan memajang foto Paris Hilton di halaman utama mereka. Jika mengikuti nafsu ”menyajikan yang paling menyenangkan pembaca,” kami pun akan melakukan hal yang sama.

Tapi kami mencoba menyingkirkan sihir Paris Hilton. Kami mencoba melihat sisi lain. Kami tidak ingin hanya menyuguhkan popularitas. Kami tahu belaka, sosok Paris Hilton bukanlah gadis yang terlalu pantas diagung-agungkan. Gadis manja yang lahir dalam keluarga kaya raya itu hampir-hampir tidak memiliki prestasi yang pantas ditiru remaja perempuan. Ia pernah ditahan karena menggunakan narkoba. Ia dikenal royal dan hobi mabuk-mabukan dalam berbagai pesta mewah. Ia, bahkan, dikenal sebagai ratu pesta dunia.

Perempuan cantik itu terlahir dengan nama Paris Whitney Hilton di New York City, New York, AS, 17 Februari 1981 dari pasangan Richard Hilton dan Kathy Richards. Ia merupakan ahli waris dari Hilton Hotels Corporation dan perusahaan real estate ayahnya. Karena itulah ia bisa membiayai glamoritas hidupnya dan menjadikannya ”idaman” bagi laki-laki. Dengan mudah ia mendapatkan lelaki tampan yang ingin dikencaninya.

Hilton menjadi pemeran acara reality show dan terkenal lewat serial The Simple Life. Ia menjadi lebih dikenal setelah video pornonya bersama mantan pacarnya, Rick Salomon, dibocorkan di Internet. Video ini kemudian dirilis sebagai DVD dengan judul 1 Night in Paris pada 9 Juni 2004. Ia juga melantunkan lagu Stars Are Blind dan pemeran film House of Wax.

Namun, aktingnya dalam film biasa-biasa saja. Album lagunya bertajuk Paris pun bukanlah album musik yang layak mendapat pujian.

Dalam kehidupan sehari-hari pun Paris Hilton belum sangat layak dijadikan panutan. Pada 7 September 2006 ia ditahan karena kedapatan mengemudikan mobil Mercedes dalam keadaan mabuk. Ia dijatuhi hukuman percobaan 36 hari, denda, dan SIM-nya dibekukan. Selama masa percobaan, Hilton yang suka berpesta itu kembali tertangkap polisi pada 15 Januari 2007 karena melakukan pelanggaran. Lisensi mengemudinya dicabut. Pada Februari 2007, Hilton masih nekat juga mengemudikan mobil Bentley pink seharga US$190.000 miliknya di Hollywood, tanpa menyalakan lampu di malam hari.

Pada 4 Mei 2007, hakim Pengadilan Tinggi Los Angeles Michael Sauer menjatuhkan hukuman percobaan 45 hari karena melakukan pelanggaran dalam masa percobaan. Sidang diputus di Pengadilan Metropolitan Los Angeles. Hilton diharuskan menjalani hukuman penjara di tempat penahanan Century di Los Angeles mulai 5 Juni 2007. Atau, kalau tidak, ia akan dikenai hukuman dua kali lipat, yaitu 90 hari penjara. Pada tanggal 28 Agustus 2010 Paris Hilton ditangkap atas tuduhan pemakaian narkoba.

Sungguh, kita patut berterima kasih pada Paris Hilton yang ”berkenan” mengunjungi Bali. Tanpa diminta ia ”mempromosikan” kepariwisataan Bali melalui media massa yang meliputnya. Tidak seperti beberapa jurnalis yang sempat menjelek-jelekkan Bali, Gadis manja itu tidak menunjukkan kemanjaannya dengan ikut-ikutan mengoceh tentang kotornya pantai atau kemacetan lalu lintas. Ia justru memuji-muji Bali lewat akun twitternya. “Just landed in #Bali! So excited to be here for my first time! I’ve been wanting to come here forever! This is going to be amazing!#YES!,” ungkapnya lewat akun @ParisHilton. “Wow! Love the hotel I’m staying at here in #Bali. Absolutely incredible, total paradise right on the beach. So beautiful! Loves it!#YES!,” tulisnya lagi. Tentu saja tweet-nya ini kemudian menyebar ke seluruh dunia. Kehadirannya pun diliput begitu banyak media.

Di Bali, dengan terbuka Paris mengungkapkan, ia menghabiskan malam bersama Cheyenne Tozzi, model Australia yang jago berselancar. Hal yang sama diungkapkan sang pacar baru. “Having the best time with my girl @CheyCheyTozzi in #Bali. Love her so much, she’s one of the coolest, funniest chicks I know.#YES!” tweet Tozzi.

Ingin sekali saya berkata, “Bali berterima kasih pada Paris Hilton atas kunjungannya. Tapi, Nona Hilton, kami punya cara hidup yang sangat baik. Kami sangat menghargai prestasi. Selamat datang di Bali, tetapi kami tidak mengagumi Anda, Nona.”
(Bali Tribun, 14 November 2011)

 
Leave a comment

Posted by on November 13, 2011 in Esai

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: