RSS

Paedofilia

23 Oct

INGATAN kita memang sangat pendek. Teramat sering kita lupa pada kejadian-kejadian besar di lingkungan kita, lalu membiarkan saja gejala-gejala yang sama muncul dan mengakibatkan peristiwa yang sama pula.

Jangan-jangan kita sudah lupa pada Brown William Stuart alias Tony, mantan diplomat Australia yang berulang kali melakukan tindak kejahatan paedofilia di Karangasem. Korbannya adalah anak-anak berumur antara 7 hingga 17 tahun. Mereka disodomi setelah anak-anak itu merasa sangat dekat dengan Tony, merasa seperti berada dalam dekapan ayahnya sendiri.

Tony datang dengan topeng guru Bahasa Inggris. Anak-anak dan masyarakat umumnya, tidak pernah tahu bahwa wajah di balik topeng itu sangat mengerikan: wajah paedofil. Wajah milik sosok lelaki yang dengan beringas merusak masa depan anak-anak dengan cara menyodomi mereka dan menularkan ”kelainan seksual” itu kepada korban-korbannya. Untuk mendapatkan kepuasan seks durjana itu, Tony tak segan-segan mengeluarkan uang untuk membantu korbannya, membelikan mereka sepeda, menyediakan sarana dan prasarana pendidikan. Bahkan ada korban yang dibelikannya sepeda motor. Maka untuk beberapa lama Tony berhasil berlakon sebagai ”pahlawan” di kawasan miskin di timur Bali itu.

Dengan cara begitu, Tony tidak pernah memaksa anak-anak untuk disodomi. Ia berlaku sangat lembut. Jika anak yang disodomi merasa kesakitan, ia akan mengurungkan niatnya dan dicobanya lagi beberapa hari kemudian sampai sang anak benar-benar pasrah dan tidak merasa kesakitan.

Tahukah Anda, apa yang dilakukan Tony? Tahukah Anda apa itu sodomi? Tony melakukan penetrasi seksual ke dubur anak-anak. Itulah yang dilakukan kaum paedofil terhadap korban laki-laki. Itu pulalah yang dilakukan Suamba terhadap bocah SS (14) di Denpasar Timur selama setahun.

Sialnya, menurut penjelasan psikiater Prof. Dr. Luh Ketut Suryani, SpKj., sebagian besar korban paedofilia akan tumbuh menjadi paedofil pula. Ini semacam virus prilaku yang sangat menular.

Lebih sial lagi, tidak semua pelaku paedofilia bersikap lembut seperti Tony. Masih ingat kisah Robot Gedeg? Paedofil di era tahun 1990-an itu melakukan kejahatannya di Jakarta. Ia divonis hukuman mati. Tetapi, sebelum dieksekusi, paedofil sadis ini  mati terlebih dahulu di LP Nusakambangan karena serangan jantung. Robot Gedeg diadili dengan tuduhan menyodomi 21 anak jalanan. Tetapi diduga korbannya jauh lebih banyak. Selain menyetubuhi anak-anak melalui dubur, ia membelah perut korbannya, mengeluarkan ususnya, dan menjilati usus itu sampai si korban menemui ajal.

Paedofil lain, biasa dipanggil Babeh, beroperasi di sekitar Terminal Bus Pulogadung sampai daerah Klender, Jakarta Timur. Ia mengaku telah memutilasi tidak kurang dari 9 orang anak berumur antara 7 hingga 15 tahun. Ia mengaku mendapat kepuasan lain jika berhasil memutilasi korbannya setelah disodomi.

Sangat mungkin kini masih ada seorang, puluhan, ratusan, bahkan ribuan paedofil lain yang sedang gentayangan mengincar anak-cucu kita. Sangat mungkin tetangga kita, orang kepercayaan kita, atau orang-orang asing yang sama sekali tidak kita duga, sesungguhnya seorang paedofil yang menunggu saat tepat untuk mendekati anak, cucu, adik, atau keponakan kita untuk kemudian dirayu, diancam, bahkan diculik untuk disodomi, diperkosa, tanpa pernah kita tahu sebelumnya. Orangtua SS (korban paedofilia di Denpasar Timur) sama sekali tidak tahu kalau anaknya diperbudak tetangganya sendiri selama setahun dengan ancaman surat perjanjian dan rekaman video.

Ini saat yang baik untuk mengingatkan kembali diri kita masing-masing, mengingatkan tetangga kita, mengingatkan kerabat kita, bahwa serangan kaum paedofilia tidak pernah kita duga sebelumnya. Saat ini juga kiuta mesti sadar bahwa kaum paedofilia sedunia memiliki jaringan sangat luas. Mereka saling bertukar informasi tentang lokasi-lokasi yang mudah mereka masuki, tentang lokasi-lokasi tempat mudah menangkap korban. Salah satu lokasi favorit mereka adalah Bali.

Jawaban terhadap persoalan ini hanya satu: waspada.

(Kopi Pagi, Bali Tribun, Jumat 21 Oktober 2011)

 
Leave a comment

Posted by on October 23, 2011 in Esai

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: