RSS

Steve “Apple” Jobs

07 Oct

SALAH seorang tokoh yang paling banyak mengubah dunia, Steve Jobs, tak mampu melawan kanker yang menggerogoti tubuhnya. Rabu (5/10) malam ia meninggal dunia.

Inilah tokoh di balik lahirnya produk-produk Apple, seperti Apple II, Macintosh, iMac, iPod, iPhone, and iPad. Inilah tokoh yang mengubah pola hidup jutaan manusia di permukaan bumi. Inilah tokoh yang berada di balik kekhawatiran banyak pihak tentang akan lahirnya revolusi perbukuan, tentang kemungkinan tibanya masa paperless di muka bumi. Inilah tokoh yang menjadikan orang kian ”terperosok” ke dunia elektronik dan pelan-pelan meninggalkan buku dan barang cetak lainnya.

Saya teringat pada kotak ajaib bernama Macintosh pada tahun 1984. Itulah pertama kali saya mengenal tampilan monitor yang begitu menakjubkan pada perangkat komputer kompak. Itulah untuk pertama kalinya saya ”bermain-main” dengan komputer grafis yang dengan cemerlang memperlihatkan apa pun yang ingin saya buat. Dengan mudah saya mengolah huruf, dengan mudah saya menyusun halaman buku maupun majalah, dengan mudah pula saya mengerjakan desain grafis. Walaupun masih menggunakan monitor hitam-putih, tetapi saya bisa langsung melihat hasil desain saya pada monitor.

Itulah revolusi besar yang dihasilkan Steve Jobs dengan Macintosh-nya. Dunia dibuat terperangah. Termasuk saya. Sejak saat itu tak ada lagi kegiatan memotong-motong susunan huruf untuk ditempel di atas meja lay out. Tak ada lagi kerumitan menempel huruf-huruf koreksian. Tak ada lagi kegiatan ”pemotretan” papan lay out menjadi film. Macintosh memotong bagian itu. Kala itu, tahun 1984, Macintosh dengan program PageMaker memberi sarana lengkap di komputer. Tinggal mendesain halaman dan langsung mencetaknya menjadi film.

Saya dan jutaan orang yang bekerja di dunia desain grafis sangat merasakan revolusi yang dibuat Steve Jobs bersama Macintosh-nya yang kemudian berkembang sangat luar biasa. Sejak masa itu Apple sangat digemari para pendesain grafis.

Steve Jobs memulai semua itu dari garasi rumahnya di AS pada usia remaja. Pada umur 25 tahun ia telah tercatat sebagai salah seorang terkaya di negeri biang kapitalis AS.

Steven Paul “Steve” Jobs lahir di San Francisco, California, Amerika Serikat, 24 Februari 1955. Ia adalah pendiri pendamping,ketua, dan (mantan) CEO Apple Inc.Jobs juga pernah menjadi pejabat eksekutif Pixar Animation Studios; ia menjadi anggota dewan direktur The Walt Disney Company pada tahun 2006, setelah pengambilan alih Pixar oleh Disney. Namanya dicantumkan sebagai produser eksekutif dalam film Toy Story tahun 1995.

Pada akhir 1970-an, Jobs, bersama pendiri pendamping Apple Steve Wozniak, Mike Markkula, dan lainnya, merancang, mengembangkan, dan memasarkan salah satu jajaran komputer pribadi pertama yang sukses secara komersial, yaitu seri Apple II. Pada awal 1980-an, Jobs termasuk orang yang pertama kali melihat potensi komersial dari antarmuka pengguna grafis yang digerakkan tetikus PARC Xerox yang kemudian mendorong pembuatan Macintosh.

Setelah kalah melawan keputusan dewan direktur tahun 1984,Jobs mengundurkan diri dari Apple dan mendirikan NeXT, sebuah perusahaan pengembangan platform komputer yang berkecimpung dalam pasar pendidikan tinggi dan bisnis. Pembelian NeXT oleh Apple pada tahun 1996 membawa kembali Jobs ke perusahaan yang ia dirikan bersama, dan ia menjabat sebagai CEO-nya sejak 1997 hingga 2011. Tahun 1986, ia mengambil alih divisi grafis komputer Lucasfilm Ltd yang kemudian menjadi Pixar Animation Studios.Ia menjadi CEO dan pemegang saham terbesarnya sebanyak 50,1% sampai diambil alih oleh The Walt Disney Company tahun 2006.Karena itu pula Jobs menjadi pemegang saham perorangan terbesar di Disney sebanyak 7% dan anggota Dewan Direktur Disney.

Pada tanggal 24 Agustus 2011, Jobs mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatannya sebagai CEO Apple. Dalam surat pengunduran dirinya, Jobs sangat menyarankan agar rencana suksesi eksekutif Apple dipatuhi dan Tim Cook ditunjuk sebagai penerusnya. Sesuai permintaannya, Jobs ditunjuk sebagai ketua dewan direktur Apple.

Steve Jobs pantas dikenang, bukan karena keberhasilannya bukan melulu karena ia berhasil menumpuk kekayaan dari bisnis komputer. Ia pantas dikenang karena ia punya cita-cita. Ia ingin mengubah dunia. Hal itu ia kemukakan ketika membujuk John Sculley keluar dari Pepsi-Cola untuk menjabat CEO Apple. “Apakah kau mau menjual air gula sepanjang hidupmu, atau kau mau bekerja bersamaku dan mengubah dunia?” katanya. Tantangan itu berhasil membuat John Sculley keluar dari Pepsi-Cola.

Steve Jobs pantas dikenang karena ia memang pantas dikenang. Ia pendobrak. Ia tak nyaman berada dalam dunia yang biasa-biasa saja. Ia tinggalkan bangku kuliah dan merakit komputer. Ia lakukan semua itu karena ia yakin mampu mengemas esok. Saat kematiannya, Apple Inc. Mengungkapkan, “Kecemerlangan, semangat, dan energi Steve merupakan sumber inovasi yang tak ternilai yang memperkaya dam meningkatkan semua kehidupan kita.”

(Bali Tribun, 7 Oktober 2011)

 
Leave a comment

Posted by on October 7, 2011 in Esai

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: