RSS

Gusti Kopang dan KDRT

26 Jul

Entah kepedihan apa yang sedang dihadapi Gusti Putu Dar. Lelaki paro baya asal Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada, Buleleng itu membantai anak gadisnya sendiri, Gusti Kopang Nina Mayoni, 26 tahun, Minggu (3/7) dini hari.  Mayat gadis malang itu dibiarkan tergeletak di bawah pohon cengkeh di belakang rumah. Leher karyawati sebuah toko di Singaraja itu hampir putus dan beberapa luka tusukan ditemukan di sekujur tubuhnya. Konon, Gusti Kopang Nina Mayoni akan segera menikah. Konon pula, untuk melangsungkan pernikahan itu ia meminta uang kepada ayahnya. Konan lagi, sang ayah geram oleh desakan Kopang, lalu gelap mata, dan membantai gadis manis itu.

Kita tercengang mendengar peristiwa seperti ini. Memang. Tiap kita paham belaka, bahkan binatang pun tak akan membunuh anaknya sendiri. Tapi kita pun tahu, jika tak ada apa-apa, tidak akan orangtua berlaku kejam pada darah dagingnya sendiri.

Entah beban apa yang sedang ditanggung Gusti Putu Dar. Kalau benar ia kalap hanya karena anak gadisnya minta uang untuk bekal pernikahan, sangatlah besar kemungkinannya ia berada dalam emosi yang tidak stabil. Sangatlah besar kemungkinannya ia tidak benar-benar sedang sehat mental.

Bahkan, seusai membantai anak gadisnya, lelaki berambut panjang itu berusaha bunuh diri. Dua kali. Yang pertama, ia mencoba menenggelamkan diri di laut. Kedua, ia memanjat gardu listrik sehingga tangan kanannya melepuh tersengat listrik. Keduanya gagal. Ia tidak mati. Itu menandakan ia sangat menyesali perbuatannya. Itu berarti dia tidak sedang berada dalam emosi yang normal. Pasti ada beban yang sangat berat yang sedang ditanggungnya. Inilah yang belum terungkap.

Keluarga Gusti Putu Dar tinggal di sebuah desa teduh dan sejuk di pedalaman Kabupaten Buleleng. Alam di sekitar desa itu pun sangat subur. Masyarakat yang hidup di sana hidup bersahaja, beragama dengan bersahaja, melaksanakakan ritual agama tanpa terlalu banyak persoalan. Setelah peristiwa kelam tahun 1966, masyarakat Padangbulia hidup tenang. Kalaupun terjadi beberapa konflik sosial, maka hal itu tidaklah terlampu besar.

Pendek kata, keluarga Gusti Putu Dar tinggal di kawasan yang tenteram.

Namun, apa pun yang menjadi latar belakang, apa pun yang sedang diderita oleh Gusti Putu Dar, peristiwa kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menyebabkan hilangnya nyawa manusia kembali terjadi. Dan ini kembali membuktikan, betapa sesungguhnya ancaman besar bagi anak-anak (termasuk anak gadis yang telah cukup dewasa seperti Gusti Kopang) sering kali datang dari orang-orang terdekat. Bisa orangtua, saudara atau keluarga lain, pacar, bahkan guru. Mereka adalah orang-orang yang sangat dipercaya oleh korban sehingga kecurigaan hampir tidak ada.

Di sisi pelaku, melaksanakan kekerasan di dalam rumah tangga sangatlah mudah. Apa lagi pelaku merupakan pribadi-pribadi yang dominan dalam keluarga, seperti ayah, kakak lelaki, dan suami. Biasanya mereka dengan mudah melakukan kekerasan tanpa halangan berarti, sebab korbannya tidak cukup kuat melakukan perlawanan. Biasanya si korban akan bersikap seperti kerbau tercokok hidung: pasrah dan tidak menaruh curiga.

Kondisi itulah, kemungkinan besar, yang dialami Gusti Kopang Nina Mayoni. Pastilah ia sama sekali tidak menaruh kecurigaan bahwa ayah kandungnya bisa bersikap begitu sadis menghabisi nyawanya. Ia pun tak curiga mengikuti sang ayah ke tempat sepi, ke bawah pohon cengkeh di belakang rumah. Hal yang sama tidak mungkin ia lakukan bersama orang lain.

Setiap keluarga mesti menyadari kemungkinan seperti itu. Tidak di setiap saat seseorang berada dalam emosi yang stabil. Tidak di setiap saat iblis dapat dikalahkan. Terlalu sering terjadi seorang ayah memerkosa anaknya sendiri karena tidak sanggup mengendalikan nafsu tatkala melihat kemontokan tubuh sang anak saat keluar dari kamar mandi hanya mengenakan selembar handuk.

Berhati-hatilah.

(Kopi Pagi, Bali Tribun, 5 Juli 2011)

 
Leave a comment

Posted by on July 26, 2011 in Esai

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: