RSS

Gangguan Jiwa Pascabom yang Meluas

30 Jul

Pascabom Bali II saya sempat menulis sebuah laporan di sebuah media tentang ganguan kejiwaan pasca teror bom. Saya turunkan kembali untuk mengingatkan kita bahwa teror bom memiliki dampak lanjutan yang tidak kecil, termasuk kejiwaan. Semoga berguna.

TIDAK banyak terungkap, bom Kuta dan Jimbaran tidak hanya meninggalkan kepedihan karena kematian. Ratusan orang kini terancam terkena gangguan kejiwaan ringan hingga berat. Sialnya, bukan hanya mereka yang langsung menjadi korban atau langsung melihat kejadian mengerikan itu yang berpotensi terkena gangguan. Masyarakat yang hanya menonton dari televisi pun sangat mungkin terimbas juga. “Media massa, terutama televisi kita suka tak mau mempertimbangkan hal-hal itu. Tayangannya pun penuh darah,” komentar Dr. IBM Dharma Palguna, MA, pekerja sosial yang bergabung dengan Yayasan Kanaivasu Bali memberikan pelayanan konseling kejiwaan kepada para korban bom Jimbaran dan Kuta.

Seorang lelaki yang sempat mendengar suara ledakan bom tanggal 1 Oktober 2005 lalu, entah apa sebabnya, kini suka kaget dan spontan berlari bila mendengar dering HP. Lelaki lain, sebutlah namanya Bawa, sempat mkenyaksikan seorang waiter di R.Aja’s Café sedang membawa nampan berjalan persis ke arah ledakan. Hingga kini Bawa terus saja tak bisa melupakan kejadian itu dan menghantuinya hingga ke dalam mimpi.

Hayati Eka Laksmi yang suaminya meninggal dalam kasus bom Bali I dan kini menjadi pekerja sosial bersama Yayasan Kanaivasu, menceritakan seorang perempuan 29 tahun hingga kini tidak berani pergi ke WC sendiri, takut ada bom. “Ia juga suka berdebar-debar setiap kali melihat orang menggendong ransel,” tutur Eka. “Bahkan ia baru berani keluar rumah sehari sebelum datang ke pos konseling di Jimbaran,” tambah Eka. Tiwi Apsianti, pekerja sosial lain, teman Eka, juga menceritakan seorang perempuan yang terserang penyakit keputihan beberapa hari setelah peledakan bom itu.

Yang juga menyedihkan, beberapa korban bom Bali I, tiga tahun lampau, datang berkonsultasi karena trauma lama yang sempat mereda tiba-tiba kambuh lagi.

“Beban yang mereka tanggung tidak hanya takut dan trauma akan ledakan bom, tetapi juga ancaman ekonomi yang mungkin akan terjadi. Mereka takut kafe akan sepi pengunjung. Pendapatan bisa berkurang sedangkan utang dan pengeluaran lain tidak bisa ditangguhkan,” urai Tiwi Hapsari.

Wajarlah kalau kemudian bangkit kepedulian para pekerja sosial. Prof. Dr. dr. LK Suryani, Sp.KJ, misalnya, beberapa hari menyempatkan diri mengumpulkan para korban —baik langsung maupun tidak— untuk diajak berbincang dan melakukan meditasi bersama. Sementara Yayasan Kanaivasu yang bekerja sama dengan PMI Bali membuka Posko Terapi Psikologis Korban Bom Bali selama sebulan di Jimbaran dan Jalan Jayagiri (sekretariat Yayasan Kanaivasu). Kelompok ini melibatkan tiga psikiater sekaligus, yakni dr. Made Nyandra, Sp.KJ, M.Repro, dr. Robert Reverger, Sp.KJ, dan dr. Denny Thong, Sp.KJ.

Yayasan Kanaivasu sendiri telah melakukan konseling semacam ini sejak Bom Bali I tahun 2002 lampau. Hingga kini mereka telah menangani tidak kurang dari 600 orang. “Terapi terhadap mereka tidak mungkin dilakukan hanya sekali saja,” ujar Elisa de Jesus, Direktur Kanaivasu, saat pembukaan Posko di Jimbaran. “Ledakan bom di Kuta dan Jimbaran bukan saja menimbulkan korban baru, tetapi juga telah menyebabkan kambuhnya kembali beberapa korban bom 2002,” ungkap Sisa, panggilan akrab Elisa de Jesus. “Kami telah banyak menerima telefon dari korban bom Bali I yang menyatakan gejala-gejala sebelumnya kumat kembali,” jelas Tiwi di sekretariat Kanaivasu, Kamis (27/10).

Yang runyam, kita efek psikologis ledakan bom Kuta dan Jimbaran tampaknya akan meluas akibat efek sosial ekonomi yang ditimbulkannya. Lebih runyam lagi, akan muncul persoalan psikologis lain lantaran ada yang “tidak nyambung” dalam kehidupan masyarakat Bali kini. (Baca juga Pascabom, Perajin Bali Inguh dan Bernaung di Bawah Citra Semu). —ketut syahruwardi abbas

 
Leave a comment

Posted by on July 30, 2009 in Artikel

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: