Saya
Saya hanyalah seorang anak lelaki dari sebuah keluarga sederhana di pedalaman Pulau Bali yang sejuk. Saya dibesarkan dengan sangat bersahaja. Saya belajar banyak dari suara angin dan guntur. Kemudian hidup menyeret saya ke dunia penuh warna: jurnalistik, kesusastraan, kebudayaan, teater, perdebatan tentang agama, politik, sosial, dll.
Saya selalu bertanya. Terkadang saya mendapatkan jawaban. Tetapi, selalu berulang, jawaban senantiasa menghadirkan pertanyaan baru.
Salam,
Ketut Syahruwardi Abbas
putu sugih arta
May 24, 2009 at 8:31 am
Bli, barangkali lupa pada saya. Yang dulunya imut, kini bertambah menua. Tapi, saya tetap ingat bli Ktut tentang ceritanya yang tetap segar di Nusra 21 tahun silam…Akh, manusia tak pernah kekal ya Bli saya baru mengerti dikit
Iboy AKRAB
August 2, 2009 at 6:21 pm
bli gmana kabar?
saya iboy bli, moderator pada acara seminar mahasiswa muslim bali jawa timur di surabaya, inget bli?
Salam hangat dari temen2 Asosiasi Mahasiswa Krama Bali (AKRAB) Malang
ketutwardi
September 6, 2009 at 11:27 pm
Makasih Iboy AKRAB. Tentu saja saya ingat. Senang sempat bicara dalam seminar-seminar semacam itu. Sangat berguna jika kalian lebih sering lagi melakukan kegitatan serupa
Raden Azhari
September 16, 2010 at 8:13 am
Sahru, dalam waktu dekat ini ana berencana membentuk sebuah lembaga kebudayaan loloan yang tentu berorientasi kedepan dalam hal mengangkat keberadaan komunitas masyarakat loloan.Hal ini berangkat dari rasa keprihatinan setelah belasan tahun pulang dari rantau yakni tentang situs rumah panggung yang kian menyusut, kebudayaan yang tak terurus, kemiskinan so and so. Kegalauan ini telah ana ungkapkan dengan beberapa teman yg seidealis dan direspon. Ana minta saran dari ente langkah apa yg seharusnya diawali. Negara.
ketutwardi
September 28, 2010 at 9:03 am
sebaiknya kita ngobrol2 dulu. terlalu banyak yang harus dikerjakan dan terlalu banyak yang harus dipilih sebagai prioritas. thank ya