Lakon “Kereta Kencana” yang merupakan karya WS Rendra atas adaptasinya terhadap “The Chairs” karya Eugene Ionesco (1909-1994), sudah dipentaskan beberapa kali di Indonesia. Pementasan yang disutradarai oleh Abu Bakar adalah yang kesekian kalinya. Tiap-tiap sutradara dan aktor menyajikan kreativitasnya sendiri dalam menjinakkan atau memberikan makna pada lakon ‘absurd’ ini. Read the rest of this entry »
Monthly Archives: February 2012
Karena Panggung Memakai ”Style Bali”
”Aku belum pernah dengar pementasan teater rumahan.” Itulah komentar Putu Satria Kusuma, dedengkot Sanggar Kampung Seni Banyuning, Singaraja. Kendati demikian, dia bisa membayangkan, teater rumahan pastilah memiliki karakter tontonan yang beda dengan teater pangggung, karena jarak penonton dengan yang ditonton dekat sekali, bisa dikatakan tidak berjarak. ”Peristiwa teater seperti menjadi peristiwa sehari-hari di dalam rumah. Karena itu sutaradara mesti peka membaca karakter teater rumahan,” ujar Putu. Read the rest of this entry »
Teater Rumahan, Alternatif Pentas Murah
Beberapa kali terjadi: Dramawan Abu Bakar menjadikan rumah kediamannya di Jalan Sakura I, Denpasar, sebagai ”gedung pementasan.” Dengan penonton yang sangat terbatas, Abu selalu bisa ”mengendalikan” audience-nya. ”Kalau tidak menyukai pementasan ini, mohon dengan sangat agar keluar dengan diam-diam. Siapa tahu ada yang masih suka melanjutkan menonton.” Selalu begitu. Abu selalu mengucapkan kalimat itu sebelum pementasannya dimulai. Ia tidak mau tidak dihargai. Ia tidak mau penonton ngobrol sendiri, sementara pementasan sedang berlangsung. Read the rest of this entry »


